![]() |
| Mengikat satu per satu buah durian, tanpa pengaman-resiko jatuh (sumber Youtube : NDESO EKSPLOR) |
![]() |
| teknik rope walking |
![]() |
| Work position saat prunning |
![]() |
| Mengikat satu per satu buah durian, tanpa pengaman-resiko jatuh (sumber Youtube : NDESO EKSPLOR) |
![]() |
| teknik rope walking |
![]() |
| Work position saat prunning |
Pelatihan panjat
pohon madu hutan merupakan tindak lanjut terhadap pemberian bantuan bagi kelompok
tani madu hutan Desa Long Ayap. Berdasarkan hasil FGD yang dilakukan beberapa
bulan sebelumya, kelompok tani madu hutan Desa Long Ayap membutuhkan bantuan
berupa peralatan panjat pohon untuk memanen madu hutan mereka secara aman.
![]() |
| Penyerahan alat panjat pohon oleh Bapak Niko (PT.
MIP) kepada Ketua LPHD Long Ayap dan disaksikan perwakilan dari TCI dan KPH Berau Barat |
Desa Long Ayap
merupakan salah satu desa binaan PT. Mulia Inti Perkasa dan Yayasan Hylobates
Awara dengan penghasil madu alam terbaik. Namun selama ini, aktivitas pemanenan
madu hutan dilakukan secara tradisional tanpa pengaman, sehingga sangat
beresiko terjadinya kecelakaan saat bekerja. Dengan adanya pelatihan ini
masyarakat bisa memaksimalkan lagi hasil madu alam yang merupakan salah satu
mata pencaharian mereka
Kegiatan yang
dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 22 Agustus 2024 ini menghadirkan Pemateri dari
Tree Climbers Indonesia (TCI) Bogor, dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang.
Dihadiri pula dari perwakilan KPH Berau Barat.
Materi di mulai dari pengenalan alat panjat pohon, fungsi alat, cara perawatan, membuat simpul dan tambatan, komunikasi dan praktek sebelum pemanjatan (Procedures before tree climbing: Tree Inspection and site), Teknik Throwing, Teknik Anchor atas dan bawah, Teknik naik dan turun, Teknik berjalan di dahan (branchwalking/Limbwalking) dan posisi berkerja (Work Positioning Systems) – Lanyard agar mudah serta aman dalam memanjat pohon madu hutan.
![]() |
| Teknik Throwing-APTA |
![]() |
| Teknik berjalan di dahan (branchwalking/Limbwalking) |
Bapak Niklaus Wahyu selaku perwakilan dari PT. Mulia Inti Perkasa mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan merupakan komitmen dan perhatian perusahaan terhadap masyarakat dan petani madu yang ada di kawasan sekitar perusahaan agar dapat bekerja secara aman dan mendapatkan hasil madu yang maksimal.
Hal ini senada dengan ucapan Kepala Kampung Bapak Jimmy. “Dengan adanya pelatihan ini, semoga generasi muda bersemangat dalam memanen madu hutan karena saya sudah mencoba alat ini, sehingga bekerja lebih efektif dan resiko kecelakaan saat memanen madu bisa di minimalisir “Ungkap Jemi. Hal ini diaminkan oleh Bapak Ario perwakilan dari Yayasan Hylobates Awara.
Perwakilan dari KPH Berau Barat Bapak Joni mengungkapkan kegiatan ini sangat bagus dan perlu dikembangkan di desa-desa yang menghasilkan madu hutan, terutama faktor keselamatan itu yang penting.
![]() |
| Foto Bersama Peserta, Instruktur, YAHYWA, PT. MIP, KPH Berau Barat dan Kepala Kampung Long Ayap |
TREE CLIMBING MEMBANTU LIPI dalam PENGUNDUHAN BIJI SENGON
Pohon Sengon
Sengon dalam bahasa latin Paraserianthes falcataria (L) FOSBERG atau Jeungjing. Famili Memosaceae merupakan jenis pohon yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, terutama di Jawa dan disekitarnya. Pohon dapat mencapai tinggi 45 M dan diameter 60 cm. Batang tak berbanir, bulat memanjang agak lurus, bebas cabang sampai 20 M. Daur yang paling baik pada umumnya kurang dari 10 tahun untuk menghindari busuk akar.
Manfaat dari pohon sengon; perkakas rumah tangga, bangunan, peti dan sebagai bahan kertas, Mudah ditanam dan cepat tumbuh, Dapat dikembangkan sebagai Hutan Rakyat.
Biji Sengon
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Sengon mulai berbuah pada umur 3 tahun dan buah yang baik berasal dari tanaman yang berumur lebih dari 8 tahun, pengunduhan dilakukan jika buah sudah masak.
Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit atau biasa di sebut juga pohon plus. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut : Kulit bersih berwarna coklat tua, Ukuran benih maksimum, Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan Bentuk benih masih utuh.
Tree climbing
Mungkin terasa aneh kedengaranya ngapain sih orang panjat-panjat pohon apalagi lebih aneh lagi ada organisasi panjat pohon/tree climbing. Panjat pohon atau bahasa kerenya tree climbing merupakan suatu teknik pemanjatan pohon dengan safety (aman) dan nyaman.
Siang itu rekan saya Igor dapat telephon dari ibu Sri Hartati (Pengetahuan BIOTEKNOLOGI LIPI) untuk menayakan bener ini organisasi panjat pohon, dia minta bantuan kita untuk mengambil biji dari pohon sengon. Saya kirimkan CV TCI dan meminta untuk persentasi. Jadwal sudah di tentukan kita pun berangkat ke kantor LIPI di cibinong dan mempersentasikan organisasi kita, kelihatanya ibu Sri Hartati merespon positif dan kita pun langsung survey ke lapangan untuk melihat pohon sengon yang akan di ambil bijinya.
Ibu Sri Hartati pun mengajak keliling dan menunjukan pohon-pohon mana yang mesti kita panjat semuanya ada 9 pohon dengan ketinggian rata-rata 35-50 m dan diamter 35-50 m, dan memang ini ciri-ciri pohon plus menurut ibu Sri Hartati, untuk itu pengambilan biji nya pun tidak mengambil di tanah tapi mengambil dari pohon. Karena bijinya nanti untuk penelitian.
Sambil berkeliling saya bertanya “ibu dapat informasi dari mana organisasi kita” jawab dia dari internet. Alasan dia mau mengunakan jasa kita tidak mau pohon-pohon yang akan di panjat rusak dan saya lihat organisasi anda memiliki pengalaman dalam hal ini.
Hari pemanjatan pun telah tiba, saya, Septian, Mahdi, Arwin, setelah peralatan telah lengkap semua kita pun menuju pohon pertama yang akan di panjat setelah melihat sesuai dengan Prosedur pemanjatan pohon, kita pun mulai dengan teknik trowing dan dilanjutkan dengan teknik jumaring tidak lupa dengan ancor bawahnya.
Pohon sengon yang berkareteristik mudah patah sehingga kita pun harus mempertimbangan keselamatan dan berhati-hati, untuk itu kita juga tidak lupa menggunkan ancor atas dan ancor tubuh sendiri sebagai pengaman. Kadang kala angin yang besar terasa mengoyang-goyang kan tubuh kita. Disinilah kita ber- acrobat dari dahan ke dahan untuk mendapatkan biji sengon.
Di hari ketiga ada pohon plus berdekatan dengan plus lain nya, kita pun mengunakan teknik pindah pohon teknik jangkar, teknik ini memudahkan si pemanjat agar tidak turun dan naik lagi ke pohon sebelahnya.
Setelah hari kelima pengambilan biji sengon pun telah selesai, inilah manfaat lain dari tree climbing selain sebagai olah raga dan kami tidak lupa mengucapkan kepada ibu Sri Hartati atas kepercayaannya kepada TCI. Semoga bisa kerjasama lagi…..
Agustus, 2011
Ahdi yang telah memperoleh ilmu panjat pohon di RIMPALA (organisasi pecinta alam FAHUTAN-IPB) semasa kuliah, merasa terpangil untuk menyebarkan ilmu panjat pohonnya. Agar kegiatan panjat pohon/tree climbing terus berkembang, maka sebagai bentuk dari kecintaan terhadap kegiatan panjat pohon maka dia dan 6 orang temannya mendirikan organisasi panjat pohon.
Tree Climbers Indonesia disingkat TCI merupakan organisasi/lembaga yang mengembangakan kegiatan diatas pohon (canopy explorer), dibentuk dari keinginan, bakat serta minat para pemuda yang peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup khususnya explorasi diatas pohon. Semula TCI adalah TCO (tree climbers organization) yang didirikan pada tangal 8 Agustus 2007, lambat laun organisai ini berkembang, merasa satu-satunya di indonesia dan telah dikenalkan pada event-event petualangan untuk itu organisasi ini berubah namanya menjadi TCI pada tahun 2010.
TCI sendiri punya sekolah panjat pohon indonesia didirikan tahun 2008 dan membuka pelatihan-pelatihan dari tingkat basic sampai rescue serta aplikasi dari panjat pohon tersebut.
Empat kegiatan utama dari panjat pohon yaitu Sport, Science, Art of Life dan Adventure semuanya pengembangan dari canopy explorer.
Semoga organisasi ini dapat menjawab jiwa-jiwa yang "haus" akan petualangan khususnya di atas tajuk.